Mencoba Tambal Ban Tubeless Dari Dalam Dengan Sistem Press

Tulisan kali ini akan membahas pengalaman mencoba tambal ban tubeless dari dalam dengan sistem press karena kebetulan posisi bocor disampaing yang tidak bisa ditambal pakai model cacing atau yang dimasukan karet dengan cara ditusuk seperti tambal ban tubless bocor pada umumnya.

Tambal ban tubles bocor dengan cara press ini tidak jauh berbeda dengan menggunakan tip top karena setahu saya tekniknya hampir sama dan sama-sama dipress sambil dipanaskan (bukan dibakar) yang beda hanya pada bahan patch / penambalnya.

Advertisement

Kalau tidak salah tip top menggunakan patch khusus dengna ukuran tertentu sedangkan yang dipakai saat tambal ban mobil dari dalam ini menggunakan patch berupa karet seperti yang biasa digunakan tukang tambal ban dalam yang dibakar.

Tulisan ini sebetulnya kelanjutan dari tulisan sebelumnya yang mana saat ini ban mobil saya bocor dipinggir (samping) bukan terkena paku tapi terkena batu yang lumayan tajam saat masuk lobang ketika akan parkir.

Tambal Ban Tubeless Dari Dalam Dengan Sistem Press

Menurut tukang tambal ban, metode ini lebih kuat dibandingkan dengan cara biasa dan lebih murah dibandingkan pakai tip top tetapi untuk harga saya kurang tahu betul atau tidak karena “katanya” disitu tambal tip top per titik adalah 125.000 sedangkan press hanya 75.000 rupiah.

Oke berikut ini adalah sedikit pengalaman ketika terpaksa harus tambal ban tubless bocor samping di daerah Cibinong Kab Bogor :

  1. Pertama-tama bongkar ban karena harus dipisahkan dari velgnya.
  2. Kemudian bagian dalam yang bocor digerinda sedikit, seperti tampak pada gambar dibawah ini. Yang diberi tanda panah merupakan titik kebocoran disamping walau cukup kecil dan tidak sobek tetapi memang tidak bisa ditambal biasa.
  3. Kemudian beri perkat/lem lalu tutup dengan patch / penambal karet.
  4. Setelah itu ban ditempatkan pada mesin press elektrik dengan pemanas listrik kemudian dipanaskan sekitar 30 menit lebih.
  5. Setelah menunggu sekitar hampir satu jam dari mulai proses pencopotan ban sampai tambal press selesai, akhirnya ban kembali dipasang pada velg dan diberi angin kemudian dicek kembali apakah masih bocor atau tidak dan hasilnya tidak ada kebocoran lagi.

Bagaimana Hasilnya?

Hasilnya cukup memuaskan karena sudah seminggu tidak bocor lagi, berbeda dengan saat memaksa ban tubless pakai ban dalam yang ternyata ukurannya terlalu besar dan bocor sudah 3x karena ban dalam melipat.

Tambal ban tubless yang bocor pakai metode press ini tidak jauh berbeda dengan saat tambal pakai model cacing yang ditusuk artinya akan tampak ada bekasnya.

Bedanya bekasnya berwarna hitam tentunya sama dengan warna ban dan tampak menyatu dengan bagian ban karena penambalan dipress dan dipanaskan sehingga penambal tersebut menyatu.

Apakah cara ini aman? menurut saya cukup aman dibandingkan dengan menambal ban tubeless dengan power glue yang pernah saya baca ada yang mencoba cara ini.

Kekurangan Tambal Ban Tubeless Dari Dalam Pakai Model Press atau Tip Top

Sebetulnya jika dibandingkan dengan kekuatan atau hasilnya, kekurangan dari motode tambal press maupun pakai tip top ini hanya dua yaitu : harga lebih mahal dan waktu pengerjaan lebih lama.

Tapi kembali lagi pada anda pribadi, apakah ingin cepat dan murah tapi belum tentu 100% menambal kebocoran atau pilih yang agak mahal dan lama tapi bisa yakin kebocoran sudah tertambal 100%.

Itulah sedikit pengalaman mencoba tambal ban tubeless dari dalam menggunakan metode press dengan alat pemanas elektrik dengan biaya 75.000 rupiah per titik.

Advertisement

Walau sudah berhasil ditambal tetapi saya sudah terlanjut membeli ban dunlop R1 baru untuk pengganti ban GT Champiro BXT yang sudah gundul dan ban yang sudah ditambal ini akhirnya hanya dijadikan sebagai ban serp atau cadangan.

Latest Comments
  1. ganda May 29, 2017
    • Opik June 6, 2017